Sunday, June 28, 2015

Perempuan Pencari Tuhan : Maa Qadrul Alallah illa Khoyro

Alhamdulillahilladzi bini'matitushsholihaat

Masih berbicara tentang postingan sebelumnya http://atmaidha11.blogspot.com/2015/06/perempuan-pencari-tuhan-kisah.html , dalam postingan ini saya mencoba sedikit menggambarkan sedikit perjuangan tentang hari kemarin, di mana kami benar-benar yakin bahwa tidak ada yang namanya kebetulan. Semua terjadi atas kehendak Allah :')



Dari awal saya bertemu dengannya (sebut saja Fulanah) itu tepatnya hari Minggu. Mungkin memang itu bukan kebetulan semata. Pasti Allah punya kehendak.

Di pertemuan itu memang tidak banyak yang saya tanyakan, akan tetapi layaknya pertanyaan umum kepada seorang muallaf, 
"Jadi nama Islam mu apa?" 

dia dengan sigap menjawab "Hah, aku ga mau ganti nama ah. Memang harus ganti ya?"

Karena yang saya tau, bila seseorang keluar dari agamanya yang terdahulu biasanya ia mempunyai nama Islam, jadi saya bertanya "Memang kamu bersyahadat di mana?"

"Di kontrakannya Bunga (-nama disamarkan)"

Dari situ lah akhirnya saya tau sedikit proses ia bersyahadat akhir April lalu, yang ternyata kurang memenuhi rukun sah syahadat di mana harus ada saksi laki-laki muslim minimal 2 orang dan tidak dibimbing oleh seseorang yang memahami ilmu agama.

"Jadi bagaimana waktu itu?" tanya saya

"Ya gitu cut, di depan anak-anak dikontrakan, trus mereka bilang 'Sah .. sah .. sah ..' "

"Jiaahh.. hahaha akad nikah kalii :') "

Berhubung saya ada mengenal seseorang yang pernah menemani kawannya yang juga muallaf, akhirnya saya menanyakan prosesi untuk masuk Islam secara sah itu bagaimana dan saya menyarankan si Fulanah untuk bersyahadat ulang agar status keislamannya diakui secara hukum dan agama. Di Samarinda, setau saya Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda dan Masjid Darussalam Samarinda mempunyai wewenang untuk mengeluarkan surat keterangan masuk Islam. Memang hal tersebut bukan menjadi rukun syahadat, hanya sekedar hitam di atas putih. Akan tetapi surat tersebut akan sangat berfungsi di kemudian hari untuk kepengurusan berkasnya (KTP, SIM, Surat Nikah, dll)

Tapi kepada saya dia mengatakan bahwa dia punya rencana sendiri. Dia bilang setelah selesai urusan skripsi ini dia akan mengambil kursus Bahasa Inggris di Pare, Kediri setelah itu baru dia akan bersyahadat secara resmi, karena dia khawatir jika skrang ia dapat surat itu, keluarganya akan melihat surat itu tanpa ia beritahu terlebih dahulu bahwa ia telah memeluk Islam.
(Fyi. Di sini ia tinggal bersama tante dan om nya, dan orgtua nya tinggal di kota lain. Tapi sejauh postingan ini diketik, keluarganya masih belum tau tentang keislamannya. Ia masih menunggu saat yang tepat)

Sebenarnya saya dan Fulanah dan Bunga bukanlah teman dekat. Sejauh ini hanya Bunga lah teman dekatnya Fulanah, dan kemana-mana selalu berdua. Hanya saja, ketika bertemu saya kali itu, Bunga sedang tidak di Samarinda. Akan tetapi, mendengar proses dia bersyahadat yang belum memenuhi rukun dan syarat sah syahadat, entah mengapa saya merasa bertanggung jawab untuk membantunya. Saya mengajaknya untuk menemui Ustadz yang saya kenal untuk mendapat bimbingan, dan ilmu tentang diin Islam. Alhamdulillah malam itu dia sepakat untuk datang ke kajian muslimah di hari Selasa.

Akan tetapi, di hari yang telah ditentukan itu Qadarallah dia tidak datang. Memang sebelumnya dia berkata bahwa agenda yang harus dilakukan dan tidak tau akan selesai jam berapa. Saya sedikit malu karena sudah bilang dengan Ustadz akan membawa seorang teman, dan ada perasaan khawatir kalau-kalau dia tidak serius ingin masuk Islam. Astaghfirullah, saya sudah berprasangka kepadanya. Tapi saya yakinkan diri lagi, tidak mungkin dia main-main, bukankah malam itu dia pergi tarawih di masjid meskipun sendirian?

Akhirnya saya mengatakan kepada ustadz bahwa in syaa Allah nanti akan saya bawa saja ke rumah Ustadznya.

Di perjalanan pulang, dia nge-Line saya dan mohon maaf atas ketidakhadirannya dan tidak menghubungi karena Hape nya saat itu juga Low Bat. Dia sedikit menyesal karena berarti harus menunda sampai minggu depan untuk bertemu dengan Ustadz dan menunda syahadatnya. Tapi saya katakan bahwa tidak perlu menunggu sampai kajian minggu depan karena bisa menemui Ustadz di rumah beliau, atau di acara Ifthor Jama'i di hari Kamis.

Setelah sepakat dengan Bunga, ia memutuskan untuk menemui Ustadz di hari Kamis, di rumah salah satu akhwat. Saya sengaja tidak memberi taukan kepada Ustadz ybs berserta istrinya, akan tidak kecewa lagi (Hehehe), dan Alhamdulillah Fulanah dan Bunga kali ini datang. Teman-teman akhwat yang lain juga sudah menunggu ingin berkenalan dengan Fulanah.

Yang serius dengerin tausyiah nya yaaa >.<


Di hari Kamis itu, menjelang waktu berbuka, ia menanyakan apa syarat yang harus ia penuhi agar Islam nya sempurna. Pak Ustadz dengan lembut dan jelas menjelaskan, dan menanyakan pula apa yang mendorongnya untuk masuk Islam.

"Loh, icut, kamu ga kasi tau?"

"Hehehe nggak, aku mau kamu sendiri yang menyampaikan."

Dia pun menjelaskan bagaimana awalnya, dan tiba-tiba saja airmatanya menetes. Entalah, mungkin ia memang sudah tidak tahan dengan cahaya Islam yang masuk ke hatinya terlalu dalam, sehingga segala konsekuensi tentang apa yang akan dikatakan oleh orang tuanya nanti tidak menjadi halangan baginya untuk menjadikan Islam sebagai jalan hidupnya.



Pak Ustadz menyarankan untuk bersyahadat saja di Islamic, dan baiknya hari Jum'at saja karena Hari Jum'at adalah hari Rayanya kaum muslimin dan muslimah dan akan disaksikan oleh banyak jama'ah.

"Gimana kalau besok, kan besok hari Jumat?" tanya saya

"Oia, besok Jum'at ya. Fulanah, gimana? Siap gak kalau besok?" Ustadz bertanya kepada Fulanah.

"Saya siap kapan aja Ustadz" aah, Ma syaa Allah, jawaban yang mantap sekali

"Baik, kalau begitu selepas kita berbuka nanti saya coba hubungi pihak Islamic. Saya minta datanya ya."

Saat dia memberikan data dirinya, saya terkejut ternyata dia anak semata wayang. Anak tunggal. :')
Bagi saya, nekatnya dia luar biasa. Jika dilihat dari background kesukuan saja, ia adalah keturunan yang memang kental dengan agama Protestan, belum lagi dia anak perempuan semata wayang, pasti orang tua nya akan menentang keislamannya. Tapi setiap ia ditanya bagaimana nanti hubungan dia dengan orang tuanya, ia dengan yakin menjawab "Saya hanya berdoa sama Allah supaya membolak-balikkan hati orang tua saya supaya menerima Islam juga"

Saya juga teringat dengan tausyiah Ustadz "Jika hidayah Islam itu hanya karena keturunan, lalu di mana letak keadilan Allah? Kita yang muslim saja sebenarnya perlu menanyakan kemusliman kita. Betulkah syahadat kita itu bersaksi bahwa tiada Illah yang berhak disembah selain Allah??? Mari kita introspeksi diri kita lagi, kita liat bagaimana ibadah kita. Apakah sholat kita sudah seperti yang disyariatkan? Jangan-jangan saat kita sholat, kita memikirkan hal-hal lain. Jangan-jangan, kita memang mengaku Islam, tapi kita tidak jalankan itu syariat Islam, kita mengidolakan artis-artis, atau bahkan mendatangi tempat-tempat yang memang dilarang oleh Allah. Kita mengaku Islam, hamba Allah, pengikut Rasulullah, tapi kita kenal gak siapa Tuhan kita? Rasul kita? Hati-hati, bisa jadi kita pun penyembah Thagut. Kita mengadakan tandingan-tandingan  Allah. Bila memang itu terjadi pada kita, bisa jadi hakikatnya kita telah keluar dari Islam. Oleh karenanya, saya menghindari mengatakan Islam itu sebatas agama. Sebab saat ini orang hanya meyakini agama itu sebatas kegiatan-kegiatan spiritual saja. Mari kita jadikan ini sebagai jalan hidup kita, sehingga apa saja yang akan kita perbuat memang sesuai dengan syariat Islam.
Kalau memang hidayah Islam itu hanya keturunan, di mana letak keadilan Allah? Sedangkan banyak orang-orang di luar Islam yang mencari kebenaran dalam agama ini,seperti Fulanah misalnya, ia menemukan Islam itu karena fitrah, dari hati. Jadi tidak bisa kita mengaku Islam hanya karena dilahirkan oleh orang tua yang Islam."

Baah... rasanya tertampar-tampar mendengar tausyiah ustadz itu. Benar! Kadang saya ga sadar sebagai seorang muslim ternyata masih jauh dari kata Islam. Apalagi bila di flashback ke cara hidup sebelum mengenal agama sendiri. Allahu Ya Ghoffar :')

Singkat cerita, selepas pulang agenda ifthor jama'i, saya, Fulanah dan Bunga janjian  untuk ketemuan di Islamic Center, jam 11 sudah di sana, mengingat akan mepet waktunya dengan sholat Jum'at.

Malamnya, Saya coba memfreshback sedikit tentang semingguan ini, kenapa saya yang dipilih Allah untuk bertemu dengan Fulanah? Kenapa saya dengan entengnya ngajak dia bertemu Ustadz? Kenapa dia mau-mau aja cerita sama saya padahal setau saya dia belum ingin Islam nya dia diketahui orang banyak, untuk mencegah bocornya kabar itu ke telinga orang tuanya tanpa dia yang beritau? Kenapa saya...? Kenapa?

Tapi saya coba muhasabah lagi, barangkali karena akhir-akhir saya krisis iman, ibadah masih sekedarnya, sekedar memenuhi kewajiban. Hati saya tidak hadir saat berdoa kepada Allah. Datangnya si Fulanah, barangkali juga jadi petunjuk dan peringatan ke saya untuk tetap teguh di atas diin Islam.

Saya pun mengajak lagi si Fulanah berdiskusi via Line, mencoba mengingatkan dia lagi bahwa jalannya dia panjang, dan ini hanya permulaan, sebab jalan di depan akan lebih berliku lagi. Bahkan awalnya kami memiliki panduan yang berbeda. Dia berangkat dari Al Kita, dan orang Islam dengan Al Qur'an nya. Tapi Alhamdulillah, memang nampaknya Allah telah memberkahi kemantapan dan kebaikan dalam hatinya.




Jum'at, 26 Juni 2015

Pukul 10.18 saya chat dia bahwa saya sedang bersiap-siap. Maksudnya supaya dia bersiap-siap juga. Tapi gak ada balasan.

Setibanya saya di Islamic, kira-kira 11 lewat sedikit pun saya lihat belum ada balasan dari dia.
Saya coba hubungi ke nomor telefonnya, 3 kali panggilan baru diangkat. Sedihnya, dia bilang baru mau berangkat. Duh, mau jam berapa nih sampai kesini, pikir saya. Sedangkan orang-orang sedang bersiap-siap untuk Jumatan. Saya menunggu sendirian di lorong Islamic sambil menghubungi teman ikhwan yang akan mengantarkan saya ke panitia di Islamic.

Sudah hampir pukul 12, belum ada tanda-tanda si Fulanah dan Bunga datang. Saya telepon berkali-kali pun tidak diangkat. Saya sempat cemas. Khawatir mereka kenapa-kenapa atau bahkan, khawatir rupanya si Fulanah berubah pikiran. :') Mungkin ada skitar 30 panggilan tak terjawab. Hahaha.

Akhirnya saya pasrah saja, dan menunggu di dekat tempat wudhu wanita. Gak lama, akhirnya mereka datang. Saya bisa bernafas lega.

"Icut, maaf yaa telat. Kamu nunggu sendirian daritadi?"

"Hahaha, iyaa gapapa. Kirain kenapa-kenapa di jalan."

"Gini Cut, tadi sebelum berangkat aku sempet mikir, koq tiba-tiba banget ya. Aku coba mikir-mikir lagi, tapi bukan karena ragu Cut. Aku cuma mikir, kalau bukan karena izin Allah, pasti aku ga bakal dituntun sampai akhirnya ada di sini, pasti ga mungkin kita ketemu kemarin. Padahal yang aku rencanain kan bukan seperti ini. Tapi rencana Allah itu kan lebih baik ya."



Duh, mbak! Lemes saya rasanya. Dia sudah seyakin itu. Memang, saya pun hampir gak percaya akhirnya terjadi dan berjalan alhamdulillah dengan mulus, dari pertemuan ga sengaja di hari Minggu itu, dan bertemu dengan Ustadz, sampai akhirnya bertemu lagi di Islamic di detik-detik dia akan menyiarkan keislamannya.



Segera kami menuju ruangan untuk mengisi biodata dan menunggu sampai orang selesai Sholat Jum'at. Di sela-sela menunggu orang selesai sholat, ada salah satu mbak-mbak di ruangan itu yang bertanya tentang kami bertiga. Nama, tempat tinggal, pekerjaan. Hanya ingin berkenalan. Mba itu juga bertanya kepada si Fulanah alasan mengapa ia ingin memeluk Islam. Apa karena ingin menikah?
Hahaha, sontak kami tertawa. Kami mencoba membantu menjawab bahwa murni dari hati. Bukan karena ajakan kawan atau paksaan, apalagi krena ingin menikah. Tapi ternyata dari penuturan mbak-mbak itu, bahwa sepengetahuan dia baru kali ini di Islamic yang berpindah agama menjadi Islam karena memang dari hati, sejauh ini biasanya karena pernikahan.



Dari situ saya berpikir lagi, bahwa keberanian dan kenekatan Fulanah saya salutkan. Untuk perempuan seusianya dia, dia berani memutuskan untuk berpindah agama dan tidak terlalu memusingkan apa yang akan orangtuanya katakan padanya nanti.

Detik-detik seusai orang-orang sholat Jum'at, petugas di Islamic memanggil Fulanah untuk ke dekat mimbar masjid.
Ahhh... deg-degan. :'D
Apalagi begitu kami mengintip ternyata Allahu Akbaaarr, masih banyak jamaah yang belum meninggalkan tempat sholat dan bersiap-siap menjadi saksi keislaman Fulanah. Ada Pak Ustadz Chairid dan Ka Romi dan Fawwaz juga (mereka orang yang saya minta tolong untuk membantu saya juga, kalau si Fawwaz dia adalah seorang Muallaf juga).

Awalnya Fulanah tidak berniat untuk mengganti nama, tapi petugas di sana bilang kelak di akhirat seseorang itu akan dipanggil sesuai namanya, oleh karenanya di sunnahkan untuk mengganti nama yang lebih baik. Karena mendadak, akhirnya yang keluar dari perkataan Fulanah adalah nama "Aisyah Az Zahra".


Saya melihat langkah pastinya menuju "meja pembaiatan" haha.. Duduk di hadapan ustadz pembimbing dan saksi.
Dibacanya surat pernyataan keluar dari agama sebelumnya dengan lancar dan pasti, tanpa keraguan yang terdengar seantero masjid islamic center yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi membaca syahadatain..


Suasana membaca surat pernyataan dan bimbingan syahadatain. Karena habis sholat Jum'at jadi banyak jama'ah laki-laki huhuhu. Gak tau kenapa ga dipasang aja hijabnya.


SURAT PERNYATAAN KELUAR DARI AGAMA TERDAHULU

Pada hari Jum'at, tanggal 9 Ramadhan 1436 bertepatan dengan tanggal 26 Juni 2015, Saya yang bertanda tangan di bawah ini Fulanah, dengan ini menyatakan tidak memeluk  agama atau kepercayaan yang telah saya anut selama ini yaitu Kristen Protestan. Demikian pernyataan ini saya layangkan dengan tulus ikhlas dan pikiran yang sadar serta dalam keadaan sehat jasmani maupun rohani tanpa ada paksaan atau bujukan dari siapapun.

Setelah penandatanganan surat tersebut,  ustadz pembimbing memandu proses bersyahadat nya dan diikuti Fulanah dengan lancar.

Takbir pun menggema.. ALLAHU AKBAR!!!

 Ahlan wa sahlan saudariiku..Barakallahu fiiyki..

Selepas ia bersyahadat,  kami peluk dia dan terlihat basah matanya. Ah ia menangis :")

Senyumnya sumringah. Wajahnya bercahaya. Maa syaa Allah. Truly happiness ❤❤ Banyak sekali obrolan kami setelah itu yang hampir ga mungkin saya rincikan semua di sini. Dia sangat sangat berbahagia dengan status muslimnya dan tidak terlalu memusingkan bagaimana kelak reaksi orang tuanya. Ia hanya yakin Allah akan membantunya, sebab ia yakin semua akan ada ujiannya bahkan ketika seseorang telah beriman. Seperti yang tercantum dalam surah Al Ankabut(29) ayat 2.

Aisyah Az-Zahra telah menyadarkan saya bahwa beragama Islam tidak cukup hanya dengan status saja. Harus benar-benar tau siapa Robb kita. Oleh karena itu, penting sekali utk belajar TAUHID.

Ia membuka mata saya bahwa beribadah tidak boleh cepat puas hanya dengan beribadah seadanya.
Ia belum tau banyak hal, tapi ia semangat sekali untuk ber-qiyamul lail.
Saya? Selalu mencukupkan diri dengan ibadah yang ringan saja :')
Dia memang belum bisa mengaji, tapi ia sudah pernah khatam membaca arti dari semua Ayat dalam al Qur'an,  meski memang kelak ia harus terus dibimbing.

Dari pertemuan itu juga saya makin percaya bahwa sebaik apapun atau bahkan seburuk apapun rencana kita, memang Allah lah Yang Maha Berkehendak.
Serapih apapun rencana yang kita susun ke depan, pastinya Takdir Allah lebih rapi dan Allah Maha Tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya :')

Allah Maha pengertian yaah.. Kita aja yang suka lalai..

Dear readers,  terlebih sahabat muslimin dan muslimah... Mari kita introspeksi diri, sejauh apa kita mengenal ISLAM? Sedalam apa kita meyakini ISLAM sebagai jalan hidup? Secinta apa kita terhadap keyakinan kita ini?
Sudahkah kita bercita-cita mati dalam keadaan Islam dan diridhoi oleh Allah? :')


Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. (Q.S. Az Zumar :22)


Tuesday, June 23, 2015

Perempuan Pencari Tuhan (Kisah Inspiratif Seorang Muallaf)



Some People ask "Why" Muslims get excited when someone converts to Islam ???
Answer : Will you not get excited when your lost Family member returns home ???
.
Ya, siapa yang tidak bahagia saat bertemu lagi dengan saudara yang telah lama berpisah? .

Siapa yg tidak bahagia saat tau bahwa salah tau kawannya akhirnya memilih untuk  ber-ISLAM dan menjadi hamba Allah yang berusaha taat? :')
.
2 hari ini saya diperlihatkan oleh Allah betapa Maha Kuasanya Allah.. Dzat Yang Maha Membolak balikkan hati manusia. Allah pertemukan lagi sy dgn seorang perempuan yg telah mencari dan menemukan kedamaian dalam Islam..
.
Kemarin malam, saat menuju tempat wudhu di salah satu masjid, scr ga sngaja saya melihat sosok perempuan yg saya kenal. .
Tapi ada yg membuat saya heran. Dia tertutup rapi dengan mukena abu2. Bukankah ia nasrani? Koq bisa ada dsini.
Saya putuskan utk menegurnya.. "Assalamu'alaikum ukhtii?? "
.
Ah, ia.. Dia salah satu orang yg pernah bersemangat sekali saat melihat saya "hijrah" dan ikut2an manggil "ukhti" sperti saudari sesama muslim lainnya..pdhal kala itu ia masih nasrani..
.
Akhirnya dia menoleh dan kami sama2 terkejut.. "ahh icut, akuu maluu.. Jangan bilang siapa2 yaa.." bgitu katanya.
.
Ma syaa Allah.. Seketika itu juga saya peluk dia.. :') Allahu akbar..haru rasanya..
.
Selesai wudhu,  kami sama2 menuju masjid..dan saya bertanya "Jadi, sekarang berjilbab juga? Gimana sih ceritanya..koq bisa.."
.
"Iyaa.. Sebisa mgkin aku berjilbab trus.. Tapi klau sudah dkat rumah, aku lepas. Karena org rumah belum ad yg tau. Orangtuaku belum tau ak muallaf.."
.
"Loh, jadi gmana?" .
"Nah itu lah cut.. Aaahh aku mau nangis kalau cerita : ')))" katanya sambil menghela nafas panjang..
.
Berhubung waktu di masjid sgt terbatas dan ga memungkinkan utk cerita panjang lebar..akhirnya kmi bertukar kontak aja. Setelah ia buka mukenanya, saya terpana..ternyata dibalik mukenanya itu, ia mngenakan jilbab syar'i yg lebar menutup dada bahkan pinggang nya, lengkap dengan kaus kaki :')


.
Singkat cerita obrolan kami berlanjut di Line.. Ia menceritakan dari awal "kegalauannya" dgn agama nya yg trdahulu. Hampir sama dengan sebagian besar kisah muallaf yg berawal dari Pencarian mereka akan keberadaan Tuhan, dan bingungnya mereka dengan konsep 2 Tuhan atau bahkan 3 Tuhan. 3 in 1. 1 in 3..
 .
Itu pula yg dialami Olehnya.. Sudah lama ia bertanya ttg konsep ketuhanan dgn kluarganya tapi tdak ada yg bsa menjawabnya scra logis. Ia putuskan utk sedikit2 belajar Islam, bahkan mendownload apps Qur'an Hp. Akhirnya dalam Qur'an ia dptkan jwaban bahwa Yesus (Nabi Isa) hanyalah seorang Nabi yang diciptakan oleh Allah. Oleh karenanya, gak mgkin Nabi Isa bsa menciptakan dzat layaknya Allah. Ia pun memiliki pemahaman bahwa Tuhan itu satu. Yaitu Allah.
.
Tapi ia belum mantap utk berpindah keyakinan, sbb ia harus memikirkan lagi smua konsekuensinya, dan masih perlu trus mncari tau.
.
Berangkat dr pemahaman itu, ia putuskan untuk rajin Membaca Al Kitab sbg kitab agamanya, tapi ternyata ia tak kunjung yakin dgn agamanya, ia justru menemukan fakta bahwa dlm Al Kitab pun ada panduan utk menghadapkan diri ke kiblat saat berdoa layaknya para muslimin lakukan. .
.Apabila umat-Mu keluar untuk berperang melawan musuhnya, ke arah manapun Engkau menyuruh mereka, dan apabila mereka berdoa i  kepada TUHAN dengan berkiblat ke kota yang telah Kaupilih dan ke rumah yang telah kudirikan bagi nama-Mu, (1 Raja-raja 8:44)


Di sela2 memahami Al Kitab, ia sempatkan
jg Membaca Qur'an via hape. Gak bisa membaca bahasa Arab ga memutuskan Semangatnya dgn membaca Artinya.. Allahu Akbar, malu rasanya.. Ia ga kehabisan akal utk berinteraksi dgn Al Qur'an meski ia blm menyatakan diri masuk Islam. : ' ))))
.
Smakin ia memahami Al Kitab nyatanya hatinya semakin terpaut dgn kebenaran dan kelogisan Al Qur'an (baginya).. Bahkan ia pun berdoa agar ALLAH membimbingnya ke jalan yg Allah ridhoi. Ia hanya ingin menjadi hamba yg beriman dan sholeh... (pernahkah kita berdoa seperti ini dgn ikhlas :'( ?)

.
Klimaksnya bisa jadi ketika itu ia sedang galau karena cinta. Dia merasa dia butuh pegangan. Dia butuh berdoa. Maka ia berdoa 5 kali sehari layaknya orang Islam. Ia mengungkapkan ke saya bahwa ia sangat setuju dengan adanya penetapan waktu sholat. Salah satu isi chat yg dia kirim ke saya: .

"Disaat itu aku butuh pegangan jd disaat itu aku putuskan untuk berdoa terus sm Allah 5 kali dlm sehari kyk wktu shalat krn menurutku ya aku setuju kita mmg harus sediakan waktu untuk berdoa sama yang menciptakan kita. Butuh ungkapkan syukur kita. Wlwpn diagamaku sblmnya mngatakan klo di agama kristen itu kita bs berdoa kapan aja gk perlu ditentukan. Tp disitulah krn tdk ada aturan akhirnya aku dan org kristen lainnya dulu mlh jrg bgt berdoa. Kecuali ya klo mau makan tdr dll gt kan. Nah setiap berdoa aku selalu mohon Allah bimbing aku kejalanNya, ke jalan yang benar-benar Dia ridhai. Aku percaya Allah gak akan membiarkan hambanya yang berusaha mendekatinya tersesat. Aku bimbang antara 2 pilihan. Bahkan pas digereja aku berdoa pas dkt akhir thn 2014. Aku minta Allah yakinkan aku dan beri aku petunjuk agama mana yg harus aku yakini."
.
.

Masih dgn kgalauannya, d januari 2015 ia coba lagi baca Al Kitab lagi utk yakinkan hatinya. Di saat itu jg ia ingin plg ke kampung dgn menggunakan bis. Tapi trnyata cuaca kurang mendukung, akhirnya ia berdoa agar Allah mencerahkan hati itu agar bisa pulang. Lagi2 ia bersyukur sama Allah krna ia merasa doanya didengar.



 .
Sesampainya di terminal, ia menunggu dan memanfaatkan wktunya dgn mmbaca AL QURAN, Bukan AL KITAB. Saat membaca potongan2 arti di Surah Al Baqarah,  ia tertegun dan menangis saat itu juga.. .

Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al-Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Rabb-nya; dan Allah sekali-kali tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan. (QS. Al Baqarah [2]:144)



Ia katakan,  smakin ia baca surah Al Baqarah itu semakin ia menangis. "Rasanya pengen saat itu juga pindah agama"
.
"Nah pas dijalan. Aku selalu hadap kekiri kn krn aku nangis terus. Sepanjang jalan nangis. Trus aku ngeliat ke langit. Trus aku ingat banyak mukjizat Allah lewat awan. Nah aku berdoa " Ya Allah seandainya kau menunjukkan mukjizatmu lewat awan ini. Hamba akan yakin padamu " dan bbrp saat kemudian aku lihat awan yg bentuknya seperti org lg sujud..
.
Trus lgsg air mataku jatoh lg. aku shock, kaget, terharu, bahagia campur aduk gtlah. Tp aku masi blm yakin krn mgkn itu cm ilusi mataku krn aku pengen bgt liat. Jd aku berdoa lg " Ya Allah sekali lg perlihatkan pada hamba "
.
Dan bbrp saat kemudian aku liat awan bentuknya org lg bershaf shalat.. Disitu aku akhirnya yakin. Disitu akhirnya aku semakin dekatkan diriku pd Allah. Jd mulai hari itu aku usahakan untuk baca Alquran tiap hari. Dan semakin hari semakin banyak petunjuk yg dikasih Allah ke aku

." (sewaktu saya baca chat yg ini, sy langsung merinding dan mata berkaca-kaca :') .
Segitu cepat nya Allah tunjukkan KuasaNya pada kawan saya itu :') tak trbayang bgaimana ada diposisinya saat menyaksikan kekuasaan Allah tsb..
.

Lanjut dia berkata, bahwa sempat takut bgmana kelak keluarga dan teman2 lama nya ngomongin dia sana sini.. Tapi itu g mmbuatnya ciut seketika. Justru ia mantapkan lagi hatinya dgn membaca AL QUR'AN dan ia terhenti saat mmbaca QS. Al Ankabut ayat 2: apakah manusia dibiarkan saja mengatakan "kami telah beriman sedang mereka tidak di uji?
.
 dgn yakinnya ia berkata bahwa ia hanya perlu takut pada Allah saja.. Mgkn mmg klrga dan tmn2 yg nasrani bakal kecewa dan menentangnya. "Tapi ya, itu ujianku. Aku harus bs lewati" .
Ia bahkan scara mantap mgatakan hal itu. Dia ga peduli lagi ttg apa yg akan org katakan, sebab sudah ada Allah dan Al Qur'an dihatinya..


Dulu ia juga pernah sharing perihal agama dgn kluarganya dan ia sampaikan bahwa AL KITAB skrg itu buatan manusia, bahkan Yesus pun gatau bagaimana isinya. Lantas ia hanya mndpat balasan "Memang siapa yg buktikan bahwa Al Qur'an bukan buatan Nabi Muhammad? "
.
Sebab wktu itu ia mmiliki keterbatasan pengetahuan,  jadilah ia tdk bsa mnjawab. Akan tetapi, dmalam harinya saat ia mendengar siaran radio islam yang BIASA ia dngarkan, sang Ustadz trnyata ttg Menjelaskan tntang Nabi Muhammad adalah seorang yg tdak bsa membaca dan menulis..oleh karenanya mustahil Al Qur'an ditulis oleh Nabi Muhammad. Malam itu pula ia mendapatkan jawabannya :')
.
❤ man yahdillahu fala mudhillalahu, wa man yudhlillahu fala hadiyalahu. ❤
.
Sangat banyaak sekali ibroh yg bsa dipetik dalam kisah muallaf salah seorang kawan saya kali ini. .
Semangatnya, keyakinannya, perjuangannya. Ia lakukan tanpa ragu.
.
Di bulan Ramadhan ini, ia sahur diam-diam. Bila tiba waktu sholat, ia kunci pintu kamarnya. Bila keluar rumah, diam2 ia kenakan jilban syar'i nya. Semua itu ia lakukan diam2 karena ia masih merasa belum mampu dan cukup ilmu utk membalas pertentangan yg akan dia hadapi.. Tapi dia sudah punya cukup IMAN utk menjalankan perintah Allah,  Rabb nya yang satu. .
.
Malu rasanya.
.
Dia yg tak patah semangat utk membaca Al Qur'an,  meski masih belajar Iqro, ia smpatkan membaca kandungan isi ayat2 dalam Al Qur'an,  shingga makin kuat hatinya.
.
Dia tak ragu menutup aurat dengan baik. Bahkan, dengan islam nya dia, Allah menjadikannya pintu masuk hidayah bagi Temannya yang belum menutup aurat.. .
Dia biasakan pendengarannya dan memanfaatkan waktunya utk mendengar ceramah islam, meski kala itu ia belum berislam.. Ahh, semoga engkau Istiqomah hingga akhir hayat saudariku :') .

Dia bukan seperti bayi yang lahir. Tidak. Sebab bayi yg lahir ke dunia tidak membawa apa2. Sedangkan ia, dengan islamnya dia, maka dosa2nya terdahulu Allah gntikan menjadi pahala. .
Kalau dosa aja jadi pahala,  apalagi kalau kebaikan2nya.

ALLAHU AKBAR! .
Semoga menjAdi motivasi utk kita bertaubat atau bahkan memperbaiki taubat.


Friday, May 22, 2015

MATERI 2 TRAINING PARENTING NABAWIYYAH oleh USTADZ BUDI ASHARI, LC

*PENDIDIKAN ISLAM (?)*





Ada tanda tanya besar untuk pendidikan islam saat ini terlebih di negeri kita. Sebab sudah sangat banyak upaya mengislamkan dunia pendidikan di negeri ini, dan sudah bertebaran sekolah2 yg berlabel sekolah islam di seantero negeri, tapi hasilnya ; masih jauh dari yang diharapkan.

Penyebabnya adalah, karena sejak awal kita salah mngurutkan pendidikan dan salah literatur nya. Maka lihat hasilnya, saat ini anak2 kita di usia 20 tahun belum bisa apa2. 20 tahun masih muuter muter di kampus? Kerja pun tidak, nikah apalagi, ga berani. Ini kah hasil pendidikan islam yang kita harapkan? Tentu tidak.

................

Pada tahun 1500an muncul istilah PENDIDIKAN MODERN. Sangat menimbulkan tanya memang, sebab apakah jaman sebelum itu dianggap pendidikan yang tidak modern? Dari jaman Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam hingga Turki Utsmani apakah bukan pendidikan modern? Mengapa pada tahun itu justru disebut pendidikan modern?

Sebab pada tahun 1492, Kejayaan Islam resmi diruntuhkan dgn berakhir nya kekhalifahan Turki Utsmani. Shingga tujuannya adalah untuk memutus kebangkitan Islam!! Ini salah satu agenda Yahudi, lalu siapa teroris yang sebenarnya?  Dan hari ini, kita berbangga-bangga dengan konsep pendidikan yang tidak jelas arahnya bahkan mengaburkan sejarah Islam? Subhanallah..

Mari kita mendengar apa kata Syekh Muhammad Quthub -rahimahullah- ; "Ilmu yang paling banyak dimasuki oleh Yahudi ada dua ; Pendidikan dan Psikologi "

Menguasai ekonomi duniA juga sebenarnya menjadi agenda besar Yahudi, tapi.efeknya tidak sedahsyat ilmu pendidikan dan psikologi. Sebab bila menguasai ekonomi, dampaknya mungkin hanya finansial, tapi jika dalam pendidikan dan psikologi maka yang dihancurkan adalah GENERASI.

Siapa guru besar pendidikan hari ini?
Ivan Petrovich Pavlov yang mengemukakan konsep stimulus,  JJ Rousseau, Pestalozi, Frobel (yang menjadi guru besar Kindergarten,  yang muncul dengan konsep bermain sambil belajar, belajar sambil bermain), dan Komensky (yAng disebut menjadi Bapak pendidikan modern).
Apakah kita melihat ada nama2 muslim di sana? Tidak!
Lalu apa kita pernah mengetahui sejarah2 kelam mereka?
Jika kita sendiri saja tidak tau siapa mereka sebenarnya,  bagaimana mungkin anak2 kita dicekoki pendidikan yang justru pelan2 akan merusak negeri ini. Tugas besar untuk para pendidik.

 Bagaimana bisa kita mampu membangkitkan Islam ini Kembali bila untuk pendidikan saja kita tau bahwa bukan muslimin yang menjadi rujukan literatur pendidikan untuk anak2 kita. Memang, tidak ada larangan untuk mengambil ilmu dari orang kafir, selama itu benar pula berdasarkan Al Qur'an. Tapi sering kali kita kecolongan. Berdalih mengambil ilmu yang baik tapi lama-lama kita terapkan konsep kekafiran itu dalam sgala hal.

Hasilnya, banyak sekarang sekolah islam tapi karena hanya menambahkan mata pelajaran fiqih, akhlaq, dll. Tapi pada penerapannya, anak tidak diajarkan.

Mari renungkan hadits nabi ini, Dari Abu Sa'id Al Khudry berkata,  Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Kalian pasti akan mengikuti sunan (jalan) orang2 sbelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Hingga kalau mereka masuk ke lubang dhob (kadal) pun kalian ikuti. Kami berkata: Ya Rasulullah, apakah mereka Yahudi dan Nasrani???
Nabi berkata: Siapa lagi?
(Muttafaq Alaih)

Maknanya, muslimin saat ini tidak akan sadar bahwa pelan2 sistem pendidikan yang dikuasai oleh kaum Yahudi dan Nasrani ini akan menyulitkan dan menghancurkan generasi.

Kita juga terlalu sering menerapkan literatur barat untuk psikologi anak2 kita, sementara kita tinggalkan Al Qur'an. Misalnya saja, teori "JANGAN BERKATA JANGAN KEPADA ANAK" sebab menurut penelitian,  kata jangan ini justru menimbulkan reaksi negatif kepada anak2. Tapi hasilnya justru kita dibuat susah dengan teori ini. Susah untuk menemukan kata selain jangan. Padahal Islam sama sekali tidak melarang.

Seringkali kita juga terkagum2 dengan kemajuan Jepang dari teknologi hingga kedisiplinannya bahkan tak jarang banyak yang berkata "Jepang lebih Islami". Astaghfirullah..
Itu adalah kekeliruan yang besar. Sebab untuk mengukur islam tidaknya suatu tempat, masyarakat harus beragama Islam dlu. Apakah Jepang muslim? Tidak..
Justru ada banyak sekali penyimpangan2 yang trjadi di Jepang, khususnya angka bunuh diri yang terus meningkat.
Oleh karena itu, salah besar bila ada yg mengatakan bahwa Jepang lebih islami.

Pandangan2 kita yang trlalu membanggakan pendidikan luar negeri tsb kadang membuat kita akhirnya lupa bahwa sebenarnya konsep pendidikan pendidikan lah yang terbaik bila kita ingin generasi kita ini bangkit..

Semua ini akan kembali dengan syarat: kita utuh mengembalikan konsep pendidikan Rasulullah pada dunia pendidikan kita. Memang, semua butuh proses dan proses itu tidak mudah. Tapi kita juga harus punya progres pasti dan tidak mandeg di proses.

Imam Malik rahimahullah berkata "Umat ini tidak akan pernah bisa baik sebelum diperbaiki dengan cara generasi awal diperbaiki"

Kalimat imam malik tersebut selaras dengan hadits nabi mengenai zaman yang akan hadir setelah ini. Yakni zaman dmana manhaj nubuwwah akan kembali ditegakkan.

Wallahu a'lam Bisshowab.

MATERI 2: PENDIDIKAN ISLAM (?)
(16/5/2015)

Monday, May 18, 2015

MATERI 1: TRAINING PARENTING NABAWIYAH oleh USTADZ BUDI ASHARI, LC

*VISI RASULULLAH untuk generasi abad 21*




Hidup adalah amanah yg kelak akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Begitu pula dengan anak2 kita. Anak kita juga amanah dari Allah, JANGAN lagi kita memberikan amanah itu kepada orang lain.

Jika kita bicara tentang generasi islam, maka yang haaarus menjadi patokan kita adalah generasi yang dibangun oleh Rasulullah. Kita harus memperhatikan betul bagaimana Rasulullah membangun suatu generasi cemerlang yang sebelumnya pernah ada di jazirah Arab, yang di mulai di Mekkah lalu Madinah hingga seterusnya, bahkan di muka bumi. Siapa mereka? Para Khulafaur Rasyidin. Abu Bakar As Shiddiq, Umar bin Al Khattab, Usman bin Afwan, Ali bin Abi Thalib. Mereka semua ini hasil didikan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

Lihat, bagaimana Islam mampu menghasilkan pemimpin2 yg luar biasa. Mmbuktikan bahwa orang sekelas Umar bin Khattab yg terkenal dgn masa kejahiliyahannya dulu pun mampu menjadi orang kedua yg mnjadi pemimpin ummat islam setelah Abu Bakar As Shiddiq. Orang sholeh seperti Abu Bakar, bisa menjadi pemimpin hebat, tapi begitu pula dengan Umar.
Ini bukti, bahwa sekelam apapun masa lalu seseorang ia masih punya potensi menjadi orang besar (selama kembali pada Allah dan mmpelajari Al Quran)

Oleh karena nya, setiap keluarga muslim, harus mempunyai visi untuk melahirkan generasi2 islam yang hebat. Jangan hanya menunggu! HADIRKAN pemimpin2 itu..

Lihat ayat2 Al Qur'an yang membahas ttg keluarga muslim :

❤ Al Furqon; 74: Rabbana hab lana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a’yunin waj-’alna lil-muttaqîna imama.
Artinya, "Ya Tuhan kami, anugerahkan kepada kami, pasangan kami dan keturunan kami sebagai PENYEJUK hati kami, dan jadikan kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa". (QS. Al-Furqan: 74).

❤ At Tahrim ;6: : Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa ang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At Tahrim 66:6)

❤ At Tsur;21: 52:21. Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka.  Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.

Pertanyaannya, sudahkahh kita memperhatikan betul ayat2 itu? Sudah kah kita mendoakan anak2 kita sebagaimana doa yang trdpat dlm surah al furqon tsb? Maknai lah sebuah doa dalam hati kita. HadirkN betul hati kita saat berdoa kepada Allah.

Perhatikan di dlam al furqon :74 disebutkan "Azwajina" dulu lalu "wa dzurriyatina". Lalu apa maknanya?
Mengapa disebutkan "pasangan" dulu lalu "keturunan"??
Betul, bila jawabannya krna tidak mungkin punya keturunan tanpa pasangan. Itu hanya terjadi pada MARYAM. Namun ia wanita suci..

Yg lebih tepat adalah: sebab untuk membangun suatu senerasi itu harus dimulai Klo dari MENDIDIK PASANGAN..

Oleh karena itulah PARENTING NABAWIYYAH, bukan semata2 bagaimana Cara mendidik anak, tapi lihat --> "parent" artinya orangtua, maknanya adalah mendidik orang tua nya dulu baru bisa mendidik anak..
Salah satu hak anak yg paling penting ialah ; memilih ibu yang sholehah untuk anak2nya.. Mksudnya pilihlah pasangan yg baik pribadi dan agamanya krna kelak ia yg akan melahirkan generasi2 islam yg hebat..

Sebab, tujuan kita tak hanya mampu menghadirkan generasi sperti seperti Khulafaur Rasyidin, tapi juga bagaimana menghadirkan generasi yang mampu mewujudkan terbuktinya hadits Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam ttg kebangkitan Islam.

Sebagaimana hadits nabi, Dari Abu Qubail berkata: Ketika kita sedang bersama Abdullah bin Amr bin al-Ash, dia ditanya: Kota manakah yang akan dibuka terlebih dahulu; Konstantinopel atau Rumiyah? Abdullah meminta kotak dengan lingkaran-lingkaran miliknya. Kemudian dia mengeluarkan kitab. Abdullah berkata: Ketika kita sedang menulis di sekitar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, beliau ditanya: Dua kota ini manakah yang dibuka lebih dulu: Konstantinopel atau Rumiyah? Rasul menjawab, “Kota Heraklius dibuka lebih dahulu.” Yaitu: Konstantinopel.
(HR. Ahmad, ad-Darimi, Ibnu Abi Syaibah dan al-Hakim)

Semua kita tau, bahwa saat itu, runtuhnya konstantinopel adalah di bawah tangan seorang pemuda bernama Muhammad Al Fatih (atas izin Allah). Semenjak Rasulullah mengatakan hadits trsebut, slalu dlakukan penaklukan2 namun akhirnya ia terbukti semenjak kesultanan Al Fatih.

Yang harus diperhatikan adalah, bagaimana didikan Al Fatih ini sehingga diusia 23 tahun (dlm.hal ini ulama berbeda pendapat namun yg pasti kurang dari 25 tahun) Al Fatih telah mampu menaklukkan konstantinopel yg menjadi kekuatan Romawi trbesar saat itu. Maka, kita harus melihat masa kecilnya. Ia lahir mnjadi anak seorang Raja yang dberi fasilitas sehingga pada awalnya Ayahnya sangat sulit untuk mendidiknya. Oleh karena itu ini menjadi perhatian besar utk para ayah yg terlalu memfasilitasi anak2nya dgn berbagai hal, sebab itu lah yg menghambat kesholehannya kelak.

Ayah AL Fatih, yang seorang raja, memilihkan guru terbaik agar bisa mendidik anaknya. Ia menyerahkan agar anaknya ini dididik oleh Ahmad bin Ismail al Qurani dan Aq Syamsuddin. Lihat, ini tugas besar seorang ayah, memilih kan guru terbaik dengan kurikulum terbaik agar anaknya kelak mampu menjadi orang hebat. Bukan seperti saat ini, orangtua hanya menitipkan anak disekolah tanpa tau kelak anaknya akan diajarkan apa dan nantinya menjadi apa. Maka tidak heran sekarang ini banyak sekali terjadi para orangtua yg taunya hanya menyalahkan sekolah.

Lihat pula, bagaimana peran guru mendidik anak muridnya. Al fatih yang semula susah untuk dididik, harus diberi gertakan tapi itu dilakukan atas izin Sultan Murad II. Sebab ini pula yang dilakukan para Sahabat sejak jaman Nabi Muhammad masih hidup. Bahkan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam pun berkata, dari Ibnu Abbas radhiallahu anhu "gantungkan cambuk di rumahmu, kelak itu lah yang akan membuat anak mu beradab".. Dan hasilnya,  al Fatih di usia kurang lebih 10 tahun mampu menghafal 30 juz dan menguasai 7 bahasa peradaban, bahkan ia diangkat menjadi Sultan di usia belasan. Ini PR besar untuk negeri ini, kemana cara didikan islam saat ini?

Di saat perang antara Muslimin dan Romawi dbawah pimpinan Muhammad Al Fatih berlangsung, Ia sudah hampir kehabisan akal bagaimana meruntuhkan tembok yang begitu besar itu. Kemana ia pergii? Ia ketuk tenda gurunya, Aq Syamsuddin,  ia perhatian gurunya itu laruut dalam sujud panjangnya, mendoakan muridnya. Ini, pelajaran berharga bagaimana posisi murud di hati gurunya. Yang mendoakan murid2nya di sujud panjangnya.

Mari kita perhatikan kualitas kepribadian dan keimanan seorang muda yang dibesarkan dengan islam saat itu. Kita ingin, menjadikan anak2 kita menjadi seperti itu. Maka tidak heran Bila Imam Malik Berkata "Generasi ini tidak akan Pernah bisa baik kecuali dengan cara yang pernah dipakai untuk memperbaiki generasi awal". Jika ingin generasi ini bangkit, maka kita harus kembalikan lagi cara seperti bagaimana Rasulullah dulu mendidik para sahabat atau generasi orang2 sholeh terdahulu. Sebab Roma adalah PR besar utk setiap muslim untuk mewujudkan kebenaran hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Kita ingin Vatikan bersyahadat,  entah nanti bagaimana caranya. Namun kita jangan hanya menunggu generasi itu muncul, tapi LAHIRKAN, HADIRKAN generasi itu saat ini..

Wallahu a'lam Bisshowab.

TRAINING PARENTING NABAWIYYAH,  Materi 1
(Samarinda, 16/5/2015)

Saturday, April 11, 2015

Happiness is knowing that Ramadhan is coming soon ❤





Teks asli: https://azizarsha.wordpress.com/2012/08/06/nabi-yusuf-dan-bulan-ramadan/

Nabi Yusuf Alaihissalam adalah seorang nabi yang dikenal mempunyai wajah dan fisik yang sangat indah. Tidak hanya itu saja ia juga adalah simbol kesabaran begitu banyak pelajaran moral kesabaran yang bisa diteladani dari nabi Yusuf Alaihissalam

Imam Ibn al-Jawzi dalam kitab ‘Bustan al-Wa’idhin wa Riyad as-Sami’in’ (hal 213-214) mengatakan bahwa ada kemiripan antara nabi Yusuf dengan bulan Ramadhan.

1.) Nabi Yaqub Alaihissalam mempunyai 12 anak dan salah satunya ialah Yusuf. Dari kedua belas orang anaknya Yusuf adalah anak yang paling dicintai dan disayangi oleh nabi Yaqub. Begitu juga halnya dengan bulan Ramadhan. Allah meninggikan kemuliaan bulan Ramadan dibandingkan dengan sebelas bulan yang lain. Di bulan Ramadhan begitu banyak hal yang istimewa terjadi seperti turunnya wahyu pertama, turunnya malam lailatul qadar, perintah menjalankan ibadah puasa.

2.) Ketika saudara2 Yusuf yang pernah mencelakakan beliau dengan memasukkan beliau kedalam sumur, datang ke Mesir utk mmnta bntuan makanan sbab pada saat itu bencana kelaparan sedang melanda mesir dan daerah sekitarnya termasuk daerah tempat nabi Yaqub dan anak2nya tinggal. Ketika itu Yusuf sudah menjadi perdana menteri mesir. Saudara2 Yusuf meminta bantuan bahan makanan kepada perdana menteri Mesir dan mereka tidak menyadari bahwa yang dimintai bantuan adalah Yusuf yang mereka pernah dengki dan celakakan. Yusuf menyadari bahwa yang meminta bantuan ialah saudara saudaranya yang pernah mencelakakan beliau. Akan tetapi beliau tidak dendam dan benci malahan beliau memaafkan dan membantu mereka dengan sebaik baiknya. Seperti diilustrasikan di surat Yusuf ayat ke 92 “Dia (Yusuf) berkata : Pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kamu, mudah mudahan Allah mengampuni kamu, dan Dia adalah Maha Penyayang diantara para penyayang”.

Sama halnya dengan kondisi kita di bulan Ramadhan. Sebelum kita sampai ke bulan Ramadhan kita mengalami defisit amal soleh di karenakan begitu banyaknya godaan maupun cobaan yang kita alami. Ada potensi amal soleh yang tidak didapatkan secara optimal di bulan bulan sebelum Ramadhan. Akan tetapi di bulan Ramadhan kita diberikan kesempatan seluas luasnya oleh Allah untuk menutupi defisit amal soleh tersebut. Karena di bulan Ramadhan Allah  melipat gandakan pahala segala ibadah dan amalan soleh. Di bulan Ramadhan ini Allah juga membelenggu setan sehingga hamba hamba Nya akan dengan mudah menjalankan ibadah puasa dan ibadah ibadah yang lainnya.

3.)  Nabi Yaqub mengalami kebutaan dikarenakan kedukaannya yang begitu mendalam karena kehilangan Yusuf selama bertahun tahun. Ketika anak2nya kembali dari Mesir dengan membawa baju Yusuf dan kemudian diusapkan baju tersebut ke wajah nabi Yaqub dan seketika penglihatan nabi Yaqub sehat kembali.

Begitu juga dengan kondisi kita sebelum bulan Ramadhan. Begitu banyak godaan yang mengakibatkan kita khilaf dan terjebak dalam dosa. Lentera hati kita mengalami kebutaan sehingga kita tidak tahu dengan jelas kemana arah yang harus kita tuju sebagai hamba Allah.

Di bulan Ramadhan ituah Allah Subhanahu wa ta'ala sebagai Rabb mendidik kita agar kita bisa menjadi hamba Allah yang bertaqwa dan meraih fitrah kita kembali. Melalui ibadah puasa, sholat tarawih, tilawah Quran, zakat, infaq, sodaqoh kita dibina agar lentera hati kita bisa terang benderang kembali. Jika lentera hati kita terang kembali tentu saja visi kita menjadi jelas sehingga kita tahu arah tujuan yang harus kita tempuh sehingga kita bisa menjadi hamba Allah yang sukses dunia dan akhirat.

Demikianlah, Kecintaan Allah pada bulan Ramadhan sebagaimana layaknya kecintaan Nabi Yaqub kepada Yusuf. Yang mana kesalahan yg pernah dlakukan anak2 Nabi Yaqub, dihapuskan krna begitu cintanya ia kepada Yusuf anaknya.

Begitupula dgn bulan Ramadhan. Bila di luar bulan Ramadhan kita banyak bermaksiat kepada Allah, maka insyaa Allah,  Allah berikan penawar serta pengampunan yang seluas2nya di bulan Ramadhan. Allahu Yaa Ghoffar..

Marbahan Ya Ramadhan...

Mari perbanyak taubat dengan taubat yang sebenar-benarnya agar kita memasuki Ramadhan dengan hati yang bersih. 😇😇😇

Friday, April 10, 2015

Fii Hizfillah, Brother ❤

Pagi ini bangun tidur bener-bener dibikin mellow sejak bangun shubuh tadi.

Aku baru tau kalau semalam Haykal balik mondok pagi ini. Flight jam 9.
Subuh tadi ibu tadi nyuruh aku nemanin Haykal ke Bandara,  tapi aku gak bisa. Toh aku pikir Haykal sudah besar (badannya sih iya besar tapi umurnya kan masih 15 tahun, hihi). Semalam ibu juga bilang kalau Haykal dsana juga sudah ditunggu temannya. Jadi aku fikir, he should be fine.

Tapi toh akhirnya, Bhagas yang pergi nemanin Haykal ke Bandara.

Ritual sebelum Haykal pergi tadi Shubuh cukup mengharukan sih. Minta izin sama semuanya, dan cium kaki Ibu Bapak. Karena dia nya mulai nangis, alhasil Ibu juga jadi nangis, nenek apalagi. Kalau Bapak sih benar2 nahan airmata. Biasalah, seorang Bapak gak mau menampakkan airmatanya di depan anak-anak. Supaya anaknya kuat :')

Si Amer nangis meronta-ronta. Karena pengen ikut ke Balikpapan.
"Gak boleh adek, adek sekolah.."
"Loh kan bisa izinn..." sambil nangis..

Dan aku?
Hmm.. Sebagai anak perempuan yang sok kuat, aku cuma ngantar sampai pagar, sampai Haykal dan Bhagas masuk ke mobil carteran. Lalu aku balik ke kamar dan perjalanan ke kamar aku naik tangga


 dan air mataku tumpah...

Gak ada lagi kaki yang melintang di depan tangga dan kamarku.
Gak ada lagi tubuh besar yang masih asik baring2 belum mandi di pagi hari.
Gak ada lagi piring2 yang gak dibawa turun habis dipakai makan semalam.

Dan kecewa... Karena aku ga bisa nitipin apa2 kali ini. :'(

Sebenarnya dia juga udah sering bolak balik pulang. Tapi entahlah, selalu terharu saat dia akan balik ke Pondok Pesantren. Menimba Ilmu agama. Sehingga kelak mampu memberikan pengetahuan agama kepada kami, yang belum berkesempatan menyantap suka dukanya hidup di pondok.

Dan ketika memasuki waktu Dhuha ini aku buka Instagram, tiba-tiba airmataku mengalir tanpa permisi karena postingan si Bhagas..


It's been a long day without you my friend
And I'll tell you all about it when I see you again
We've come a long way from where we began
Oh I'll tell you all about it when I see you again
When I see you again

Damn who knew all the planes we flew
Good things we've been through
That I'll be standing right here
Talking to you about another path I
Know we loved to hit the road and laugh
But something told me that it wouldn't last
Had to switch up look at things different see the bigger picture
Those were the days hard work forever pays now I see you in a better place

How could we not talk about family when family's all that we got?
Everything I went through you were standing there by my side
And now you gonna be with me for the last ride


Akhir-akhir ini kan lagi booming film Fast and Furious 7 ya...

Fast and Furious mania pasti sudah tau kalau setengah dari Film Fast7 ini pemeran Brian O'Conner gak diperankan Paul Walker (tau sendiri kan ya kenapa) :')

Bahkan di scene2 akhir pun akhirnya film dibuat ngeFresh-back film nya Paul Walker dari Fast1-Fast7 ini. Which is kata Bhagas "Mba kalau nonton pasti nangis."

Iya, aku mah belum nonton. Tunggu ada di ganool aja. Hihi.

Tapi ngebayanginnya aja sudah sedih. Bertahun-tahun Vin Diesel bareng Paul Walker toh akhirnya mereka pisah juga.
Dan kata2 terakhir Toretto itu yang bikin air mata ini tumpah lagi
"Wherever you are, you are always be my Brother"

Itu yang diposting Bhagas di IG dengan fotonya bareng Haykal. Ah, walau mereka dirumah juga jarang ngobrol bareng, tapi aku yakin kami semua punya rasa saling memiliki. Rasa sedih saat harus berpisah. Rasa kehilangan saat ada yang gak ada.

Fii Hizfillah, Haykal... :')

« أَسْتَوْدِعُ اللهَ دِيْنَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيْمَ عَمَلِكَ
"Ku titipkan engkau pada Allah yang takkan hilang titipannya"

Memiliki 3 saudara laki-laki benar-benar karunia Allah dan juga amanat dari Allah yg tak ternilai harganya ❤

Wednesday, April 8, 2015

Nikmatnya Bersujud Pada-Mu

 "Sujood is the most peaceful position to be in. You put the highest part of your body on the ground. Only for Allah. "

Dalam tubuh manusia, ada anggota tubuh yang tidak mendapat aliran darah yg cukup kecuali seseorang itu berada dalam keadaan sujud. Syaraf di dalam Otak. Mskipun jantung mmiliki fungsi memompa darah ke seluruh tubuh, namun qadarallah ia tak cukup kuat utk memompa nya ke bagian otak.

Sehingga hanya dengan sujud lah kebutuhan darah dan oksigen di dalam otak akan terpenuhi..

Sujud adalah salah bentuk ketakwaan dan ketaatan seseorang kepada Allah. Wujud penghambaan bahwa hanya Allah lah satu-satunya zat yg patut disembah.. Sudah banyak pula keutamaan sujud yg diteliti dari segi kesehatan,  sehingga aneh rasanya bila ada seorang muslim menolak untuk bersujud (sholat).

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam’, maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir,” (QS. Al-Baqarah: 34).

Jangan sampai ada seorang muslim yg tergolong sbg pengikut iblis atau org munafik,  sebab menjauhkan keningnya dari sajadah. Menolak bersujud, tapi menyembah yang lain. Wal'iyadzubillah...

Jangan pernah percaya bila ada seseorang yang enggan bersujud kepada Allah, tapi justru mudah bertekuk lutut dhadapan manusia.

A placed where my heart is....

Makin hari makin kangen suasana rumah di Samarinda. Cuaca yang gloomy, mendung mendung adem, Sehra bobok, dan sendirian begini bikin hati ma...