Monday, March 16, 2015

Sabar Dalam Penantian ❤

Suatu hari nanti, kalian semua akan jatuh cinta tanpa dibuat-buat.
.
 Tanpa perasaan posesif kekanak-kanakan atau rasa ingin pamer kasih sayang yang berlebihan.
.
 Akan kalian temui seseorang yang membuat kalian jatuh hati tanpa alasan.
.
Yang membuat kalian tidak takut pada jutaan omong kosong soal sakitnya patah hati, yang membuat kalian sudi menjadi diri kalian sendiri.
 .
Tidak dengan ucapan manis atau perilaku yang berpura-pura. Kalian akan jatuh cinta dengan seadanya, tapi juga dengan segalanya.
 .
Kalian akan jatuh cinta dan berani mempertanggungjawabkannya. Bukan dengan pujian palsu atau rasa kagum sesaat. Tapi dengan tatap mata dan rasa saling percaya dalam ikatan yang diridhoi oleh-Nya.
.
Kelak akan ada waktunya kalian akan jatuh cinta dengan seseorang karena KEIMANANNYA. Bukan lagi karena harta, tahta, atau rupa fisiknya.
.
Yang pastinya akan membuat kalian percaya bahwa memang tidak ada kenikmatan yang lebih membahagiakan selain keimanan seseorang.
.
Sebab yang ia akan dia penuhi bukan lagi kebutuhan duniawi semata, tapi juga akan menggiring bersama-sama ke surgaNya.
.
 Suatu waktu nanti akan ada seseorang yang datang, dan membuat kalian jatuh cinta tanpa alasan, yang akan kalian jadikan prioritas, bukan sekedar kalian banggakan di media sosial tapi kalian bohongi di kehidupan nyata.
.
 Suatu hari nanti, kalian akan bersama seseorang, yang akan mendengarkan cerita kalian di sisa hidupnya, yang akan membuat kalian paham benar apa itu arti kata sayang, yang membuat kalian tidak sabar untuk menghabiskan hari tua bersama, berdua, tanpa ragu.
Tanpa sempat terpikir untuk berpindah ke lain hati.

Original post by: eyakuya (eyakuyaa.tumblr.com)

Saturday, February 28, 2015

Maafkan Dia Tak Sempurna





Wahai jiwa yang hatinya pernah ia patahkan
Maafkanlah karena ia tak sempurna
Ia hanya lelaki biasa yang sering khilaf karena lisannya
.
Wahai hati yang masih tulus mencintainya
Maafkanlah karena ia tak sempurna
Karena memang mungkin tak semua lelaki bisa setia
.
Wahai raga yang masih menantikan kembali kehadirannya
Maafkanlah karena ia tak sempurna
Naluri lelaki memang terkadang mudah berpaling dari orang yang mencintainya
.
Wahai insan yang masih saja mengulang kata-kata manisnya
Maafkanlah karena ia tak sempurna
Ia bukan Tuhan yang pasti akan menepati janjinya
.
Wahai engkau yang pernah dikhianati cintanya
Merasa dibohongi karenanya
Maafkanlah karena ia tak sempurna
Ia bukan bergelar Al-Amin yang selalu jujur perkataannya
.
Jika kau memang mengharapkan kesempurnaan,
akan ku beri tau bahwa memang bukan dia lah orangnya
.
Berhentilah mencaci kesalahannya,
Karena itu hanya akan menutup hatimu dari kebenaran yang ada
.
Tidak semua yang berpaling karena ia mudah tergoda
Bisa jadi, kau hanya tak sadar bahwa ia menyimpan jenuh dalam dada
.
Berhentilah mengungkit kesalahannya,
Menyalahkan kepergiannya,
Karena telah kau dapat hikmah yang tak ternilai harganya,
.
Memang ia pernah salah, namun kini
Telah ada hati yang tak lelah memaafkannya meski sedalam apa pernah ia lukai hatinya
Telah ada telinga yang tak bosan mendengarkannya meski ia tau kebohongan kadang tercipta
Memang ia pernah salah, namun kini telah ia tinggalkan itu semua
.
Wahai kau yang pernah tersakiti karenanya,
Maafkanlah ia, agar kau pun bahagia.

Wednesday, February 25, 2015

Ikat Rambut

Allahumma Shoyyiban Naafi'an...

Hujan turun lagi, Alhamdulillah ❤
Bikin mager, alias malas gerak. Hehehe.

Well, there's something about today yang bikin senyum-senyum diri.
Percaya bahwa Allah mendengar (lagi dan lagi) mesti kadang hanya terlintas dalam hati.

Sebenarnya tadi pagi waktu ke pasar beli pisang, ingat mau belo sesuatu selain itu. Tapi lupa, apa yaaa..
Yasudahlah pulang aja dulu.
Eh ternyata di jalan pulang baru ingat. Mau beli ikat rambut.
Tapi karena malas balik, yasudah lah bergumam aja dalam hati, biasanya sore-sore gitu ada paman2 yg jualan aksesoris keliling meski jarang.

Dan........
Qadarallah... Sebelum belok ke Gang Mawar, ngeliat paman2 yg jualan aksesoris lagi ngetem di warung dekat rumah.

Aaaaahhhh.. Gak terkira gimana bahagianya.
Bukan karena nemu paman2 itu. Tapi ngerasa banget kalau Allah Maha Mendengar. Maha Mengetahui. Padahal gak berdoa. Cuma niat, dan bukan niat beribadah pula :')

Ya Allah. Aku sampaikan lah hal itu kepada pamannya.
"Maasyaa Allah paklek, rejekinya paklek ini, padahal tadi baru diniatin mau beli ikat rambut sama paklek2" :')

Simple yah. Sederhana banget. Hal sekecil itu aja Allah perhatiin banget.

Allah...

Sunday, February 22, 2015

Disitu Saya Merasa Sedih


kalau ingat hadits
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Aku melihat ke dalam Syurga maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah fuqara’ (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam Neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penghuninya adalah WANITA.” (HR Bukhari dan Muslim), disitu sering saya merasa sedih
.
Bila melihat lagi ke dalam diri ini, betapa banyak maksiat yang masih dilakukan dan masih sulit untuk ditinggalkan, disitu sering saya merasa sedih
.
Bila dengar pujian orang lain yang setinggi langit, sedang itu semua hanyalah KARENA ALLAH yang menutupi segala AIB dan diri ini, disitu sering saya merasa sedih
.
Bila ingat bahwa diri ini benar-benar tidak sebaik dari yang orang sangkakan, disitu sering saya merasa sedih
.
Bila ingat masa lalu yang kelam, tak nak mencari ilmu agama, lebih-lebih lagi untuk taat padaNya, disitu sering saya merasa sedih
.
Bila tersadar bahwa dulunya bibir ini lebih sering melantukan syair-syair syaitan dibanding ayat suci Al-Qur'an, disitu sering saya merasa sedih
.
Bila coba diungkit lagi, barangkali lidah ini sering
 mencelakakan saudara sesama muslim, ghibah, fitnah, dan terbujuk rayuan syaitan, dibanding menasehati dan menyampaikan kebaikan, disitu sering saya merasa sedih
.
Bila ingat bahwa pintu neraka selalu terbuka lebar, bahkan Malaikat Mikail pun tak pernah lagi tertawa semenjak neraka diciptakan, sedang kata taubat masih di pangkalnya lidah, disitu sering saya merasa sedih
.
Bila berkaca pada diri sendiri, terkadang masih lalai dari apa yang sudah dinasehatkan kepada yg lain, disitu sering saya merasa sedih

----------------------------
Ya Rabb, masih pantas kah aku memohon lebih kepada-Mu, setelah ku sadari bahwa tak sedikitpun Engkau menahan nikmat dan karunia-Mu sebab dosa-dosaku?????????????. :'( #selfreminder #reflection #muhasabah #tafakkur #repent #Allah

Saturday, February 21, 2015

Menuai Cinta dengan Taubat


Original post by: ISLAMPOS

DOSA memang tidak pernah memilih. Siapa pun bisa dihinggapi. Ketika cahaya Allah meredup dalam hati seorang hamba, tarikan maksiat menjadi lebih kuat. Tiba-tiba, dosa menjadi lebih mudah dilakukan daripada taat dalam ibadah. Karena itu, istighfar menjadi rutinitas yang mesti terus mengalir menyiram hati yang mulai gersang. Karena taubat menyimpan seribu satu anugerah.
1. Taubat membuka pintu rezeki
Kepicikan berpikir manusia kadang menggiringnya pada sebuah kesimpulan sederhana: mencari rezeki haram saja susah, apalagi yang halal. Sedemikian mudahnya orang menipu, mencuri, hanya karena satu alasan: demi kelangsungan hidup.
Tidak banyak orang menyadari kalau ada energi lain di balik kebersihan diri dari segala salah dan dosa dalam hubungannya dengan rezeki. Itulah yang disebut dengan keberkahan: sebuah nilai tambah yang menjadikan rezeki sedikit, mempunya nilai guna yang maksimal. Maha Benar Allah dalam firman-Nya dalam surah Al-A’raf ayat 96. “Jika penduduk negeri-negeri  beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi….
Ketika kesadaran kembali pada kebersihan diri lahir, itu saja sudah membuka pintu rezeki baru. Taubat yang dilakukan dengan benar dan sepenuh hati akan mendatangkan segala kemudahan dari Allah. Maha Agung Allah dengan firman-Nya, ”Maka aku katakan kepada mereka: Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS 71: 10-12).
Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini, apabila manusia bertobat kepada Allah, meminta ampun kepada-Nya dan senantiasa menaati-Nya; niscaya Allah akan menambahkan rezeki orang itu. Allah juga menurunkan air hujan serta keberkahan dari langit, mengeluarkan berkah dari bumi, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, melimpahkan air susu perahan, membanyakkan harta dan anak-anak, menjadikan kebun-kebun yang di dalamnya bermacam buah-buahan, serta mengalirkan sungai-sungai di antara kebun-kebun itu untuknya.
2. Taubat membangun kekuatan persaudaraan
Pesaudaraan lahir karena adanya ikatan kuat. Ikatan itu bisa karena pertalian darah, etnis, dan akidah. Dari sinilah persaudaraan tumbuh. Dan akan berkembang ketika masing-masing pihak bersemangat untuk saling memberi. Bukan meminta, apalagi mengambil paksa.
Penzaliman seperti itu akan merusak bahkan memutus tali persaudaraan yang sudah terjalin. Ketika tali itu putus, yang muncul bukan lagi persaudaraan. Melainkan, kebencian dan permusuhan.
Kesadaran untuk kembali kepada kesucian membangun kegairahan baru untuk memperhatikan hak. Termasuk hak-hak yang pernah tercederai. Dari situlah seseorang mengembalikan semua hak orang lain yang pernah terzalimi. Termasuk hak-hak Allah yang pernah terlalaikan.
Hati manusia bisa keras dengan kebencian dan permusuhan. Dan akan melunak dengan maaf dan hadiah. Sulit membayangkan seseorang akan tetap komitmen dalam permusuhan ketika yang dimusuhi meminta maaf dan mengembalikan semua harta yang mungkin sudah dianggap hilang.
3. Taubat  menyegarkan semangat hidup
Fitrah manusia cenderung kepada kesucian. Jiwa, pikiran, dan jasad manusia akan sehat jika hati tetap pada jalan yang istiqamah. Ketika terjadi kebengkokan itulah, jiwa mulai gelisah.
Orang yang gelisah kerap melihat fakta hidup dengan kacamata sebelah: ketidakpuasan. Akan selalu ada konflik di peran mana pun yang ia ambil. Karena ketidakpuasan berangkat dari semangat meminta. Sementara ketenangan dari semangat memberi.
Pada keadaan tertentu, semangat meminta ini bisa memanas pada pemaksaan. Bayangkan jika orang-orang seperti ini memegang tingkat kekuasaan tertentu. Bisa keluarga, organisasi, bahkan masyarakat dan negara. Maka, kegelisahan hidup tidak lagi milik pribadi, tapi sudah merebak menjadi milik bersama.
Kegelisahan-kegelisahan yang tidak menemukan titik kendali yang pas akan berujung pada putus asa. Dan putus asa bisa menggiring seseorang pada pengkerdilan nilai hidup. Hidup menjadi tak lebih dari sekadar aktivitas pemuas kenikmatan.
Ketika seorang hamba Allah bertaubat, segala ketidakpuasan dan keputusasaan dipertemukan dengan energi besar yang bernama hidayah dan ampunan. Saat itulah, puing-puing ketidakpuasan terkikis habis dengan terangnya cahaya iman. Ada kedekatan dengan Yang Maha Kuat, Maha Bijaksana, Pengasih dan Penyayang. Ada kesadaran tentang hakikat hidup. Dan ada kegairahan meraih nilai-nilai hidup yang sebenarnya.
4. Taubat melembutkan hati untuk dekat kepada Allah swt.
Hati memang sesuatu yang penuh misteri. Ia menjadi raja bagi seluruh kegiatan manusia. Hati begitu dinamis merespon bahkan menyetir segala suasana yang melingkupi hidup seorang manusia. Kadang ia bisa keras karena keringnya sentuhan iman. Dan menjadi begitu lembut ketika rengkuhan nilai keimanan menjadi begitu kuat.
Taubat seorang hamba Allah sebenarnya menyatakan bahwa hatinya mulai melunak. Ada celah-celah cahaya hidayah yang mulai merambat masuk ke hati. Jika taubat tidak diikuti dengan perawatan yang baik, bisa jadi, celah-celah tadi mengecil dan akhirnya tertutup kembali. Dan Allah swt. lebih cepat membuka pintu cintaNya daripada hambaNya yang akan menuju taubat.
Maha benar Allah dengan firman-Nya: “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (Q.S. An-Nur:31). [islampos/saksi]

Love Is........ by HJ-Story












*there are some more will be uploaded soon ❤❤❤

Apakah yang Membuatmu Sulit Untuk Menutup Aurat


Doodle by: @ainsuhaida,  picture: @pendosategar_
Caption: FP Jilbabku Mahkotaku

Benar..
Berjilbab belum tentu baik imannya.
Akan tetapi wanita yang baik iman sudah pasti berjilbab bukan?

Benar..
Menutup aurat bukan jaminan nggak pernah berbuat dosa.
Akan tetapi menutup aurat sudah pasti mengurangi dosa.
Minimal telah menggugurkan dosa kewajiban menutup aurat.. Benar..
Berjilbab nggak jaminan selalu dekat dengan Allah.
Akan tetapi yang pasti ia ingin mendekat kepada Allah.

Benar..
Muslimah yang sudah berjilbab pun belum tentu akan mendapatkan syurga.
Namun, bila yang sudah berusaha berjilbab pun belum tentu ditempatkan di syurga, lantas bagaimana dengan yang tidak berjilbab?

"MENDING NGGAK BERJILBAB KALAU KELAKUAN MASIH PENUH MAKSIAT!"
Nah..
Ini kalimat yang menyesatkan.
Serupa dengan ajakan setan.
Yang baik diperlihatkan jelek.
Yang jelek diperlihatkan baik.

Berjilbab itu adalah untuk memperjelas jati diri.
Melindungi kehormatan dan kemuliaan yang tak akan terganti kelak.
Kenapa mesti berjilbab?
Karena itu adalah perintah-Nya.
Karena itu akan melindungi wanita dari lelaki yang suka maksiat..

 Tapi di luar sana banyak yang sudah berhijab tapi ternyata ahli maksiat..!
Subhanallah dear, itu lah mengapa kita pun perlu berilmu pula,
Kenakanlah jilbab dan kerudungnya lalu semakin perdalam lagi ilmu agamanya.

Seseorang yg baik pemahaman agamanya, maka akan semakin terulur khimarnya, dan semakin bagus pula akhlaknya.. Jika kau melihat seorang muslimah melakukan suatu kebathilan, jangan kau caci jilbabnya.. Barangkali ia pun sedang tertatih dalam membenahi diri.. Ia masih sebagai fitrahnya yakni seorang hamba yang khilaf.
Doakan ia istiqomah dengan hijabnya, dan semakin cemerlang akhlaknya. Jangan itu yg menjadi alasan untuk tidak berhijab, karena setiap muslimah yang sudah berhijab dengan baik pun tidak akan sama akhlaknya.. Jemputlah hidayah Allah itu. Tutuplah auratmu. Sebab Allah tidak akan mengubah keadaan seorang hamba sebelum hamba itu yang merubahnya. .

A placed where my heart is....

Makin hari makin kangen suasana rumah di Samarinda. Cuaca yang gloomy, mendung mendung adem, Sehra bobok, dan sendirian begini bikin hati ma...